Mengenal Serangga

Binatang serangga sudah tidak asing di kehidupan kita. Namun apakah kita sudah mengenalnya dengan baik?

PernikDunia akan mengulasnya, mari kita lanjutkan…

Nguuuuungngng.,. kadang kala pada saat kita asyik main, atau lagi serius belajar, tiba-tiba ada yang mendengung di telinga. Sering kali suara dengungan tersebut cukup mengganggu, kamu pun mengibaskan tangan untuk mengusirnya.

Tahukah kamu suara apa yang kerap kali mendengung di telingamu?

Ya, jawabannya bisa macam-macam, bisa nyamuk atau lalat, atau hewan terbang kecil lainnya. Mereka adalah kelompok serangga.

Lalat dan nyamuk adalah jenis serangga yang memiliki sayap dan bisa terbang. Ada pula serangga yang tidak bisa terbang, misalnya semut.

Selain mereka banyak sekali jenis serangga, di antaranya ada yang merugikan dan ada pula yang menguntungkan.

Penasaran? Yuk, kita kenali mereka…

Apa Itu Serangga?

Serangga adalah hewan kecil berkaki dengan ruas-ruas dan termasuk kelompok invertebrata, yaitu hewan yang tidak memiliki tulang belakang namun memiliki penutup keras di bagian punggungnya yang disebut eksoskeleton atau tulang luar.

Serangga Menurut Ilmuwan

Para ilmuwan mencatat, ada sekitar 1 juta spesies serangga. Itu pun masih diperkirakan ada lagi jenis lainnya yang belum teridentifikasi.

Bahkan di tahun 2019, 100 spesies baru serangga telah ditemukan di Sulawesi seperti yang diberitakan oleh BBC.

Dengan jumlah yang begitu banyak dibandingkan dengan spesies hewan Iainnya, maka para ilmuwan menyimpulkan bahwa saat ini kita hidup di zaman serangga.

Ciri-Ciri Serangga

Struktur Anatomi Serangga

Tubuh serangga terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian kepala, toraks (dada), dan abdomen (perut).

Mereka juga memiliki sepasang antena dan mata majemuk. Dengan antenanya mereka merasakan lingkungan di sekitarnya.

Sedangkan, mata mereka terdiri dari ribuan lensa kecil. Dengan ribuan lensa mata tersebut mereka dapat melihat sesuatu lebih detil.

Selain itu, mereka memiliki sepasang sayap, enam kaki dan mulut. Meskipun adapula yang tidak memiliki sayap. Makanya kebanyakan serangga bisa terbang.

Apa itu Mata Majemuk?

Mata majemuk serangga

Mata majemuk adalah bola mata yang terdiri dari beberapa lensa. Setiap serangga memiliki mata majemuk yang terdiri dari ribuan lensa yang sangat kecil.

Setiap lensa memancarkan citraan benda yang mereka lihat. Meskipun begitu, citraan benda tersebut dapat ditampilkan secara utuh, seperti halnya mata kita, namun tidak sebaik penglihatan kita.

Apa itu Toraks?

Toraks adalah bagian tengah tubuh serangga. Bagian ini merupakan penopang anggota tubuh lainnya, yaitu kepala, kaki, sayap, dan juga abdomen.

Apa itu Obdomen?

Obdomen adalah rongga perut yang terdiri dari alat pencernaan dan juga alat reproduksi yang menempel langsung pada Toraks.

Telinga

Serangga sebenarnya tidak memiliki telinga. Lalu, bagaimana mereka bisa mendengar?

Ternyata, meskipun serangga tidak memiliki telinga, namun mereka memiliki sepasang antena. Sepasang antena yang tumbuh di kepalanya membantunya menangkap suara.

Dengan begitu, mereka dapat mendengar suara-suara yang ada di sekitarnya. Selain sebagai alat pendengaran, antena juga berfungsi sebagai alat penciuman dan perasa.

Metamorfosis Serangga

Sebagian besar serangga tumbuh melalui siklus kehidupan. Setiap siklus hidup serangga memiliki perubahan bentuk, mulai dari sejak dalam bentuk telur hingga serangga dewasa.

Perubahan bentuk ini disebut dengan metamorfosis. Proses metamorfosis ini terbagi kepada dua, yaitu metamorfosis sempurna dan tidak sempurna.

Daur hidup serangga dimulai dari telur, namun berbeda dengan hewan lainnya, mereka mengalami masa pertumbuhan yang unik, mulai dari kecil hingga dewasa.

Metamorfosis Sempurna

Metamorfosis sempurna

Kupu-kupu, awalnya adalah telur, lalu jadi ulat, kemudian berubah menjadi kepompong, hingga akhirnya menjadi kupu-kupu.

Serangga seperti kupu-kupu, ngengat, lebah, kumbang, dan lalat termasuk ke dalam kelompok hewan yang mengalami proses metamorfosis sempurna. Setelah telur mereka menetas, mereka memulai kehidupannya sebagai larva.

Kemudian, setelah cukup besar mereka berubah menjadi pupa atau kepompong, yaitu cangkang pelindung yang terbuat dari Serat Sutra.

Di dalam pupa, mereka mengalami proses perubahan menjadi serangga dewasa. Setelah perubahan tersebut sempurna, serangga dewasa akan keluar dari cangkang kepompongnya, lalu membentangkan sayapnya yang sekian waktu mengerut.

Bagi serangga yang dapat terbang, mereka akan memompakan darah ke sayap mereka, membentangkan sayapnya dan terbang.

Metamorfosis Tidak Sempurna

Metamorfosis tidak sempurna

Berbeda dengan capung, belalang, dan jangkrik, mereka termasuk ke dalam kelompok serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna.

Setelah mereka menetas dari telur, mereka akan keluar dalam bentuk nimpa. Selama perjalanan hidupnya, mereka akan berganti kulit keras mereka (eksoskeleton).

Setiap proses pemegaran mereka mengalami perubahan wujud. Hingga akhirnya menjadi serangga dewasa yang lengkap dengan sayapnya.

Manfaat Atau Hama

Banyak di antara mereka ada yang dianggap sebagai pengganggu, bahkan dicap sebagai hama, karena kebiasaannya yang merusak, seperti merusak tanaman atau menebarkan penyakit.

Akan tetapi, tidak sedikit pula yang banyak medatangkan manfaat, seperti sebagai penghasil madu, membantu pertumbuhan tanaman, dan masih banyak lagi.

Mungkin karena kebiasaan sebagian orang ada yang merasa jijik jika melihat serangga, adapula yang geli, bahkan tidak sedikit pula yang merasa kesal, atau malah menganggapnya lucu.

Habitat Serangga

Kita bisa menemukan serangga di mana saja, Mereka ada di dalam tanah, di kebun, di sawah, di hutan, di balik bebatuan, bahkan mereka juga ada di rumahmu.

Mereka tersebar di seluruh dunia, mulai dari kawasan tropis, bersuhu panas, hingga yang bersuhu dingin sangat dingin.

Namun, kebanyakan mereka tinggal di kawasan bersuhu sedang, atau kawasan tropis, terutama di kawasan hutan.

Hutan hujan tropis merupakan rumah bagi berbagei jenis hewen, terutama serangga. Banyak sekali jenis serangga yang menghuni hutan ini.

Bahkan menurut para ilmuwan, jumlah serangga penghuni hutan hujan tropis bisa mencapai jutaan.

Mereka tersebar di mana-mana, ada yang di dalam tanah, di balik bebatuan, beterbangan di udara, di pohon-pohon, bahkan tidak sedikit pula yang terdapat di dalam air.

Kebiasaan Makan

Kebiasaan makan serangga tergantung di mana mereka berasal atau tinggal, yaitu di luar ruangan dan di dalam ruangan.

Selain itu, tergantung pula dengan jenis masing-masing, karena setiap jenis memiliki ciri tubuh yang berbeda-beda. Tentu saja mereka juga memiliki alat pencernaan yang berbeda pula.

Hal ini juga berpengaruh terhadap jenis makanan apa yang mereka makan.

Kebanyakan serangga yang hidup di luar ruangan akan memakan segala jenis dedaunan, kayu, nektar, bahkan banyak pula yang memangsa serangga lainnya yang lebih kecil.

Belalang adalah salah satu jenis serangga yang termasuk ke dalam kelompok pemakan dedaunan. Mereka suka melompat dari satu tanaman ke tanaman lainnya untuk memakan dedaunannya.

Bahkan beberapa jenis dari mereka yang juga memakan tanaman padi atau tanaman pertanian lainnya, makanya mereka dianggap hama oleh para petani.

Cara makan serangga juga tergantung dengan bentuk mulut mereka. Kupu-kupu memiliki mulut seperti belalai atau selang air.

Mereka menggunakan belalainya tersebut untuk menghisap nektar bunga. Jika tidak sedang digunakan, mereka akan menggulung belalai tersebut.

Hampir dengan kupu-kupu, lalat juga memiliki mulut seperti alat penghisap untuk menyedot makanannya, namun mulut mereka lebih pendek dan mirip penghisap debu.

Sedangkan nyamuk, memiliki mulut seperti jarum suntik. Mereka menggunakannya untuk untuk menyuntik kulit mangsanya dan menghisap darahnya.

Jenis-Jenis Serangga

Banyak sekali aneka jenis serangga yang ada di sekitar kita. Masing-masing mereka memiliki keunikan tersendiri, baik itu ciri tubuhnya, kebiasaannya, dan sebagainya.

Yuk, kita kenali beberapa di antara mereka.

1. Kupu-Kupu

Kupu-kupu

Siapa yang tidak kenal dengan serengga bersayap lebar ini. Mereka mudah sekali dikenali karena sayapnya, karena selain lebar, sayap kupu-kupu juga biasanya sangat berwama dan tampak indah.

Selain itu, kupu-kupu memiliki dua bagian sayap, baik pada sayap kanan maupun sayap kiri, yaitu sayap depan dan sayap belakang.

Kupu-kupu juga memiliki belalai seperti gajah. Belalai yang dimiliki oleh kupu-kupu bernama proboscis.

Belalai ini fungsinya seperti sedotan dan dapat digulung jika tidak dipakai. Pada saat hinggap di atas bunga mereka akan menjulurkan belalainya dan menghisap cairan sari bunga yang disebut dengan nektar.

Nektar adalah makanan utama kupu-kupu. Setiap hari mereka akan hinggap dari bunga ke bunga lainnya untuk mencari nektar.

2. Belalang

Belalang

Serangga yang satu ini namanya adalah belalang. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama grasshopper, atau jika diartikan artinya si pelompat rerumputan.

Mengapa dinamakan demikian?

Hal ini karena belalang memiliki kebiasaan melompat. Mereka akan melompat dari rumput ke rumput atau dari tanaman ke tanaman lainnya.

Belalang memiliki tiga pasang kaki, yaitu kaki depan, kaki tengah, dan kaki belakang. Kaki belakang belalang lebih besar, panjang, dan kuat dibandingkan dengan kaki depan dan tengah.

Dengan kaki belakangnya, belang dapat melompat jauh, baik untuk mencari makan atau menghindari pemangsa.

Meskipun belalang jago melompat, namun mereka juga dapat terbang. Mereka terbang menggunakan sayap-sayap mereka.

Bahkan di antara mereka membuat suara, yaitu dengan cara menggosokkan sayap atau kaki belakang mereka.

3. Kumbang

Kumbang

Kumbang adalah beberapa jutaan jenis serangga yang berhasil dipelajari. Mereka berbeda dengan serangga pada umumnya.

Tentunya mereka juga memiliki keunikan tersendiri. Salah satu keunikan kumbang adalah pada sayapnya.

Sayap kumbang terdiri dari dua bagian, yaitu sayap depan dan sayap belakang.

Sayap depan terbuat dari bahan yang keras. Sayap ini berguna untuk melindungi sayap belakang yang lebih tipis dan rapuh.

Selain itu, kumbang sering kali menghabiskan waktu berjalan jalan di darat. Mereka akan terbang jika diperlukan.

Berbeda dengan serangga, khususnya yang bersayap, mereka lebih sering terbang. Misalnya. lebah. lalat. dan nyamuk. Mereka akan hinggap hanya untuk mencari makan.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa jumlah mereka sangat banyak, dengan berbagai jenis yang berbeda-beda.

Beberapa jenis yang berhasil ditemukan sebanyak 350 ribu spesies yang berbeda.

Mereka tersebar di seluruh dunia, kecuali laut dan kawasan Kutub Utara dan Selatan.

4. Semut

Semut

Siapa yang tidak kenal dengan makhluk kecil ini. Mereka adalah salah satu jenis makhluk sosial.

Mengapa demikian?

Hal tersebut karena semut hidup dalam kelompok. Kelompok semut disebut koloni. Setiap anggota koloni memiliki peran masing-masing.

Mereka terbagi ke dalam beberapa bagian kelornpok pekerja, semut ratu, dan semut jantan.

5. Lebah

Lebah

Nah, serangga yang satuini adalah sahabat kita semua. Madu yang dihasilkan mereka sangat baik untuk kesehatan.

Bahkan, madu merupakan obat bagi berbagai macam penyakit.

Akan tetapi, kamu harus hati-hati. Jangan sekali-kali mengganggu mereka karena mereka suka menyengat kalau merasa terganggu. Kamu tidak mau kan disengat lebah.

6. Tawon

Tawon

Tawon terkenal karena sengatannya yang menyakitkan. Sebagian dari mereka tampak seperti lebah dengan warna kuning bergaris hitam, namun mereka memiliki tubuh langsing.

Mereka biasanya membangun sarang dari kertas yang mereka ambil dari kayu dan kulit kayu. Kemudian, bahan sarang tersebut dicampur dengan ludah mereka.

Berbeda dengan lebah madu yang membangun sarang dari bahan lilin yang terdapat pada tubuh mereka.

7. Kecoa

Kecoa

Kecoa adalah salah satu jenis serangga yang paling dibenci. Orang-orang biasanya merasa jijik jika melihat kecoa.

Mungkin kamu salah satu di antaranya. Mereka dibenci bukan hanya karena penampilannya, namun juga karena kebiasaannya yang selalu menebar penyakit.

Mereka biasanya banyak ditemukan di saluran pembuangan yang kotor, seperti got.

8. Jangkrik

Jangkrik

Serangga yang satu ini sangat berkaitan erat dengan waktu malam. Setiap kali malam tiba, apalagi di kawasan pedesaan, mereka akan bernyanyi sepanjang malam dengan mengeluarkan bunyi khas mereka yang berbunyi “krik… krik… krik…”.

9. Belalang Sembah

Belalang sembah

Serangga ini namanya belalang sembah, atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan praying mantis.

Sama halnya dengan jenis serangga lainnya, mereka memiliki anggota tubuh utama yang terdiri dari kepala, sepasang antena, sepasang mata majemuk, toraks, tiga pasang kaki, dua pasang sayap (sayap depan dan sayap belakang), dan abdomen.

Berbeda dengan belalang biasa yang memakan tanaman, belalang sembah justru pemakan serangga lainnya, terutama serangga yang menjadi hama dan merusak tanaman di ladang atau sawah. Karenanya mereka menjadi sahabat para petani.

Pebedaan lainnya dibandingkan belalang biasa adalah kedua kaki depannya yang lebih panjang, dibandingkan keempat kaki lainnya.

Sedangkan, belalang biasa memiliki kedua kaki belakangnya lebih besar dan panjang. Kedua kaki belakang tersebut digunakannya untuk melompat.

Sedangkan, kaki depan belalang sembah digunakan untuk berburu makanan.

Pada Saat hendak menangkap mangsanya, mereka akan duduk dengan tenang, dan menyatukan kedua kaki depannya yang panjang.

Posisi tersebut mirip orang yang sedang berdoa. Makanya serangga berwarna hijau ini dinamakan belalang sembah.

10. Capung

Capung

Serangga ini namanya capung, atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama dragonfly. Jika diartikan berarti lalat naga.

Mungkin nama tersebut disematkan karena capung memiliki dua mata yang besar, seperti halnya lalat, namun capung memiliki ekor atau abdomen yang panjang. Bagian ini mirip ekor naga.

Mereka memiliki anggota tubuh utama, yaitu kepala yang besar, sepasang antena pendek, sepasang mata majemuk besar, bagian mulut, toraks, tiga pasang kaki, dua pasang sayap panjang, dan abdornen yang berukuran panjang dan ramping.

Sayap capung tampak tembus pandang. Mereka tidak dapat melipat sayapnya. Makanya kedua pasang sayapnya tersebut selalu dalam keadaan terbentang, meskipun tidak dalam keadaan sedang terbang.

Mereka memiliki kemampuan terbang seperti halnya lebah, yaitu dapat terbang maju, mundur, melayang-layang di udara, dan miring ke kiri dan ke kanan.

Gaya terbangnya ini menginspirasi para ilmuwan untuk menciptakan pesawat helikopter.

11. Lalat

Lalat

Serangga ini adalah serangga yang harus kamu hindari. Mereka suka hinggap pada sesuatu yang busuk dan mengandung kuman penyakit, seperti sampah, bangkai, hingga kotoran.

Oleh karena itu, serangga yang berasal dari belatung ini dianggap berbahaya, karena mereka dapat menyebarkan kuman penyakit.

Tubuh serangga ini terdiri dari kepala, antena yang sangat pendek dan kecil, sepasang mata majemuk besar, toraks, tiga pasang kaki, dan sepasang sayap.

Anggota tubuh yang dimilikinya hampir sama dengan serangga pada umumnya. Akan tetapi, lalat memiliki cakar pada ketiga kakinya.

Di bawah cakar tersebut terdapat bantalan empuk dan lengket. Bantalan tersebut bernama pulvilli.

Dengan bantalan lengket tersebut lalat dapat menempel di dinding atau atap, seperti halnya cicak, hanya saja cicak tidak dapat terbang.

Selain itu, lalat juga memiliki mulut atau moncong panjang. Mereka menggunakan mulutnya tersebut untuk menyedot makanan, seperti halnya penyedot debu.

12. Rayap

Rayap

Serangga kecil ini mirip dengan semut, mereka juga termasuk serangga sosial karena hidup berkoloni. Mereka terkenal sebagai perusak kayu dengan cara memakannya.

Jadi, hati-hati jangan sampai kusen rumahmu, atau perabotan rumah yang terbuat dari kayu, jangan sampai mereka memakannya.

Dalam satu koloni rayap, terdapat beberapa juta anggota, termasuk yang masih berupa larva. Kayu adalah makanan utama mereka.

Mereka akan memakan dan merusak segala jenis kayu, baik masih berupa pohon, maupun kayu yang sudah diolah, salah satunya pondasi rumah dari kayu.

13. Kutu

Kutu

Apakah kamu pernah mengalami gatal-gatal di kepala? Apakah kamu pernah bintik-bintik merah di rambut?

Jika ya, berarti rambutmu ada kutunya, namanya adalah kutu rambut karena sering menghuni rambut.

Ciri rambut kamu berkutu adalah rasa gatal di kepala. Mereka tinggal di kepalamu dan beranak-pinak di sana. Kamu dapat melihat dengan jelas telur-telur mereka.

Telur-telur tersebut berbentuk bintik-bintik putih yang sering kali terlihat menempel di rambut. Kutu rambut bertahan hidup dengan cara menghisap darah di kulit kepala.

Kutu adalah serangga yang tak bersayap. Ukuran tubuh mereka sangat kecil. Jenis mereka sangat banyak, salah satunya adalah kutu rambut, karena mereka suka tinggal di rambut manusia.

Tungau juga suka dianggap sebagai kutu karena ukuran tubuh mereka yang sangat kecil.

Akan tetapi, tungau bukanlah dari kelompok serangga, melainkan kelompok Arachnida, yaitu kelompok hewan kecil berkaki delapan, seperti laba-laba.

Sedangkan kutu berkaki enam sehingga mereka termasuk kelompok serangga.

14. Wereng

Wereng

Ini dia musuh para petani. Mereka termasuk hama yang sulit dibasmi karena suka bertengger di pangkal daun padi.

Mereka menggantungkan hidupnya dengan menyerap sari pada tanaman, terutama tanaman padi.

Selain memakan sari tanaman, mereka juga menebarkan penyakit pada tanaman pada saat menyerap nutrisi pada batang tumbuhan.

Oleh karena itu, wereng menjadi musuh petani karena sering kali para petani mengalami kerugian karena gagal panen, tanaman padi mereka mati gara-gara penyakit yang disebarkan oleh wereng.

Wereng memiliki banyak jenisnya. Mereka semua adalah pemakan nutrisi yang terdapat pada batang tanaman.

Sebagian mereka ada yang menjadi hama, karena menjadi penebar penyakit tanaman, seperti fitoplasma.

Kesimpulan

Itulah seputar wawasan mengenai serangga dan jenis-jenis serangga yang sering kita temui.

Tulisan ini akan diupdate secara berkala jika Kami menemukan jenis serangga yang belum terbahas di sini.

Tinggalkan komentar